Garut – jejakinformasijabar.com
Lembaga pendidikan kesetaraan PKBM Al-Istiqomah yang berlokasi di Kabupaten Garut kini menjadi sorotan publik setelah muncul dugaan adanya kejanggalan dalam data jumlah peserta didik serta kegiatan belajar mengajar (KBM) yang terindikasi tidak berjalan sebagaimana mestinya. Rabu, (12/11/2025)
Dari hasil konfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp dengan pihak yang mengaku sebagai Kepala Sekolah PKBM Al-Istiqomah bernama Santi, terungkap sejumlah informasi yang menimbulkan tanda tanya. Dalam komunikasi tersebut, yang bersangkutan membenarkan bahwa dirinya merupakan kepala sekolah sekaligus penanggung jawab kegiatan belajar di PKBM tersebut. Ia juga mengonfirmasi bahwa lokasi lembaga sesuai dengan plang nama PKBM Al-Istiqomah yang sempat didokumentasikan oleh awak media.
Namun ketika ditanyakan terkait jumlah peserta didik yang mencapai 426 orang, Santi tidak mampu memberikan bukti konkret berupa data induk siswa atau dokumen resmi. Ia hanya menjelaskan bahwa kegiatan belajar mengajar (KBM) dilakukan secara daring (online) melalui koordinasi sejumlah pihak, bahkan mengaku sebagian siswa diorganisir melalui media sosial dan grup WhatsApp.
“Kaleresan PKBM Al-Istiqomah seer koordinatorna, aya lewat sosmed aya oge lewat koordinator,” tulis Santi dalam pesan singkatnya.
Ketika diminta bukti dokumentasi grup daring yang dimaksud, ia hanya menyampaikan bahwa banyak siswa keluar-masuk grup sehingga jumlahnya tidak menentu. “Kadang gentos nomer, janten kanggo total mah teu aya sesuai jumlah. Tapi pembelajaran memang ada,” ujarnya.
Sementara itu, ketika awak media meminta bukti buku induk siswa sebagai data valid jumlah peserta didik aktif, pihak kepala sekolah menyebutkan bahwa dirinya tidak dapat mengakses data karena sedang tidak membuka laptop.
“Eta MH abdi kedah cek hela PK, rupina margi abdi teu buka laptop,” tulisnya dalam bahasa Sunda.
Lebih lanjut, Santi mengaku tengah kurang sehat dan terbatas dalam memberikan perhatian terhadap kegiatan administrasi sekolah. Ia berjanji akan memberikan keterangan lanjutan setelah kondisinya membaik.
Kendati demikian, berdasarkan penelusuran data rapor PMP (Pusat Penilaian Pendidikan) yang ditampilkan dalam tangkapan layar, diketahui bahwa PKBM Al-Istiqomah belum terakreditasi dan menggunakan Kurikulum Merdeka. Namun, dengan jumlah siswa yang terdata sebanyak 426 orang, muncul dugaan kuat bahwa sebagian data tersebut perlu diverifikasi ulang, mengingat tidak adanya pembuktian tertulis atau dokumentasi kegiatan belajar yang dapat dikonfirmasi secara langsung.
Selain itu, belum ada kejelasan apakah pihak pemerintah desa mengetahui domisili dan aktivitas PKBM tersebut, termasuk pelaksanaan tatap muka (luring) sebagaimana lembaga pendidikan pada umumnya.
Hingga berita ini diterbitkan, tim redaksi masih berupaya mengonfirmasi lebih lanjut kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Garut terkait keabsahan data peserta didik serta aktivitas operasional PKBM Al-Istiqomah, guna memastikan apakah lembaga ini telah menjalankan fungsi pendidikan sesuai ketentuan yang berlaku.
( F. BOY / Kaperwil provinsi Jabar )
