Garut – jejakinformasijabar.com
Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Lembur Makmur Sagara, Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, terus menunjukkan perkembangan dalam mendukung program ketahanan pangan desa melalui pengembangan unit usaha peternakan ayam petelur dan budidaya pertanian pepaya.
BUMDes yang resmi berdiri sebagai badan hukum melalui Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia dengan Nomor AHU-08515.AH.01.33.TAHUN 2022 tertanggal 8 November 2022 itu kini menjadi salah satu motor penggerak ekonomi desa berbasis potensi lokal.
Ketua BUMDes Lembur Makmur Sagara, Rizi Maolana (26), mengatakan bahwa pada Tahun Anggaran 2025, pihaknya mengelola alokasi anggaran sebesar Rp 258.500.000 yang bersumber dari penyertaan modal desa serta dukungan program ketahanan pangan desa.
“Anggaran tersebut difokuskan pada pengembangan unit usaha yang mendukung ketahanan pangan sekaligus peningkatan ekonomi masyarakat desa,” ujar Rizi.
Ia menjelaskan, unit usaha yang saat ini dijalankan meliputi budidaya ayam petelur untuk produksi telur konsumsi masyarakat serta pengembangan pertanian pepaya sebagai komoditas pangan dan ekonomi desa.
Menurutnya, unit usaha peternakan ayam petelur sudah menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan. Sejak mulai berproduksi pada September 2025, usaha tersebut mampu menghasilkan omzet bulanan yang stabil.
“Alhamdulillah, unit ayam petelur sudah berjalan produktif dan melewati fase awal yang cukup menantang. Saat ini kami fokus menjaga konsistensi produksi,” katanya.
Sementara itu, pengembangan pertanian pepaya masih berada pada tahap awal. Penanaman perdana dilakukan pada Januari 2026 melalui ekspansi lahan tanam. Saat ini pengelola BUMDes tengah memaksimalkan perawatan vegetatif untuk memastikan pertumbuhan tanaman berjalan optimal.
“Kami optimistis, dengan pengalaman dari unit peternakan ayam, usaha pertanian pepaya juga akan menjadi sumber pendapatan baru bagi desa,” tambahnya.
Rizi menuturkan, keterlibatan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program tersebut. Warga Desa Sagara tidak hanya terlibat sebagai tenaga kerja dalam pengelolaan kandang ayam maupun penanaman pepaya, tetapi juga menjadi konsumen utama hasil produksi.
Telur hasil peternakan BUMDes, kata dia, langsung diserap oleh warung-warung di wilayah Desa Sagara sehingga perputaran ekonomi tetap berada di lingkungan desa.
“Harapan kami masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga menjadi pelaku sekaligus penerima manfaat dari keberadaan BUMDes,” ujarnya.
Keberadaan program ketahanan pangan ini juga mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama dalam pemenuhan kebutuhan protein hewani yang lebih segar dengan harga yang relatif terjangkau. Selain itu, program ini turut membuka lapangan kerja bagi warga setempat.
Dalam pengembangannya, BUMDes Lembur Makmur Sagara mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Desa melalui penyertaan modal dan pembinaan kelembagaan, pemerintah kecamatan dan kabupaten melalui pendampingan program pemberdayaan ekonomi, hingga dinas teknis terkait yang memberikan arahan usaha peternakan dan pertanian.
Meski demikian, pengelolaan BUMDes tidak lepas dari sejumlah tantangan, di antaranya keterbatasan pengalaman teknis pada tahap awal usaha, fluktuasi harga pakan ternak, serta kebutuhan pengembangan modal usaha.
Untuk mengatasi hal tersebut, pengelola BUMDes melakukan koordinasi dengan dinas teknis, meningkatkan perencanaan keuangan, serta mengembangkan pola usaha secara bertahap guna meminimalisasi risiko.
Kepala Desa Sagara, Saripudin (54), menilai keberadaan BUMDes telah memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung program ketahanan pangan desa.
“Perkembangan BUMDes sudah cukup bagus dan membantu pemenuhan kebutuhan masyarakat, termasuk mendukung program MBG. Selain itu, masyarakat kini lebih mudah memperoleh kebutuhan pangan dengan harga yang bisa bersaing,” katanya.
Ia menambahkan, pemerintah desa akan terus mendorong peningkatan sumber daya manusia di bidang pangan guna mendukung pengembangan BUMDes ke depan.
Saripudin berharap BUMDes Lembur Makmur Sagara dapat terus meningkatkan produktivitas dan memperluas unit usahanya agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat.
Sementara itu, Rizi menegaskan, BUMDes Lembur Makmur Sagara ditargetkan menjadi kekuatan utama ekonomi desa yang mampu memenuhi kebutuhan pangan warga sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
“Kami ingin menjadikan Desa Sagara sebagai contoh desa yang mandiri dalam produksi pangan serta pengelolaan ekonomi berbasis masyarakat,” pungkasnya.
( F. BOY / Kaperwil Provinsi Jawa Barat )
