Notification

×

Iklan

Iklan

‎Diduga BUMDes Majasari Tanpa Ketua Selama 5 Bulan, Kades Sebut Tak Mampu Bayar Gaji

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:44 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-10T11:44:41Z
‎GARUT – jejakinformasijabar.com
‎Jabatan Ketua Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Jaya Sari Utama, Desa Majasari, Kecamatan Cibiuk, Kabupaten Garut, diketahui telah kosong selama kurang lebih lima bulan. Pemerintah Desa Majasari hingga kini belum menunjuk pengganti ketua BUMDes meski lembaga usaha desa tersebut masih menjalankan kegiatan usaha peternakan ayam broiler dengan nilai investasi ratusan juta rupiah.
‎Berdasarkan data yang dihimpun, BUMDes Jaya Sari Utama pada Tahun Anggaran 2025 menerima penyertaan modal yang bersumber dari Dana Desa dengan total mencapai Rp452.217.000.

‎Dana tersebut ditransfer dari rekening kas desa ke rekening BUMDes dalam beberapa tahap, yakni:
‎24 April 2025 sebesar Rp174.000.000;
‎11 Juni 2025 sebesar Rp97.800.000;
‎23 Juli 2025 sebesar Rp120.417.000;
‎14 Agustus 2025 sebesar Rp60.000.000.
‎Total dana yang diterima BUMDes mencapai Rp452.217.000.
‎Usaha yang dijalankan BUMDes tersebut bergerak di bidang peternakan ayam broiler dengan lokasi kandang berada di Kampung Cilolohan RT 03 RW 12, Desa Majasari, Kecamatan Cibiuk, Kabupaten Garut.
‎Menurut keterangan pihak BUMDes, anggaran ratusan juta rupiah tersebut digunakan untuk pembangunan kandang ayam dan pengadaan sarana-prasarana pendukung peternakan. Bangunan kandang memiliki ukuran sekitar 30 meter x 6 meter.
‎Sementara untuk pengadaan bibit ayam dan pakan, BUMDes menjalin kerja sama dengan PT Citra. Dalam skema kerja sama tersebut, perusahaan menyediakan ayam dan pakan, sedangkan BUMDes menyediakan kandang, peralatan, serta tenaga kerja operasional.
‎Saat dikonfirmasi, Yayang Rusyana mengaku dirinya tidak lagi menjabat sebagai Ketua BUMDes Jaya Sari Utama karena masa berlaku Surat Keputusan (SK) kepengurusannya telah berakhir sejak Januari 2026.
‎"Saya sudah bukan ketua BUMDes lagi karena SK saya habis sejak Januari 2026, dan sampai sekarang belum ada penggantinya," ujar Yayang.
‎Meski posisi ketua kosong, kegiatan usaha peternakan ayam broiler disebut masih berjalan. Yayang menjelaskan bahwa dalam satu periode panen, keuntungan bersih yang diperoleh dapat mencapai sekitar Rp16 juta.
‎Menurut dia, kontribusi yang telah disetorkan kepada Pendapatan Asli Desa (PADes) dari hasil usaha BUMDes sejauh ini baru mencapai sekitar Rp5 juta.
‎Di hari berbeda, Kepala Desa Majasari, Yadi Slamet Riyadi, membenarkan bahwa jabatan Ketua BUMDes hingga saat ini masih kosong. Ia menyebut pemerintah desa belum menemukan figur yang dianggap layak untuk memimpin BUMDes.
‎Selain itu, kata Yadi, keterbatasan anggaran juga menjadi salah satu pertimbangan belum ditunjuknya ketua baru.

‎"Ya memang betul sampai saat ini ketua BUMDes belum ada yang menjabat lagi, karena kita juga tidak mau berisiko asal pilih, dan tidak ada anggaran untuk menggaji ketua BUMDesnya," ungkap Yadi saat ditemui di Kantor Desa Majasari.
‎Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan terkait tata kelola dan keberlangsungan pengelolaan BUMDes Jaya Sari Utama. Pasalnya, lembaga usaha desa yang mengelola aset dan penyertaan modal ratusan juta rupiah itu saat ini berjalan tanpa pimpinan definitif selama berbulan-bulan.
‎Di sisi lain, keberadaan struktur kepengurusan yang lengkap merupakan salah satu aspek penting dalam menjamin akuntabilitas, pengawasan, dan pengambilan keputusan dalam pengelolaan usaha milik desa, terutama ketika BUMDes mengelola dana penyertaan modal yang bersumber dari keuangan negara melalui Dana Desa.
‎Hingga berita ini ditulis, Pemerintah Desa Majasari belum menyampaikan target waktu penunjukan Ketua BUMDes yang baru untuk mengisi kekosongan jabatan tersebut.
‎( F. BOY / Kaperwil Provinsi Jawa Barat )
TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×