Garut — jejakinformasijabar.com, Informasi mengenai dugaan penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar mencuat di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Informasi tersebut bermula dari keterangan seorang narasumber yang mengaku pernah mengetahui praktik penyelewengan BBM subsidi.
Narasumber menyebut adanya dugaan aktivitas pembelian dan penimbunan solar bersubsidi yang diduga dilakukan oleh seorang warga bernama Yudi, yang disebut berasal dari Desa Sukatani, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut.
Menurut keterangan narasumber, solar subsidi tersebut diduga diperoleh dari salah satu SPBU di wilayah Kecamatan Cikajang. BBM itu kemudian, berdasarkan informasi yang diterima awak media, diduga dibawa dan disimpan di sebuah rumah yang sedang dikontrak Yudi di Kampung Cipaniis, Desa Mekarjaya, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut.
Berangkat dari informasi tersebut, awak media kemudian melakukan penelusuran ke lokasi.
Dari hasil penelusuran di lapangan, ditemukan sebuah rumah di wilayah Kampung Cipaniis yang diinformasikan sedang dikontrak oleh Yudi. Informasi yang diperoleh di lokasi juga menyebutkan bahwa rumah tersebut merupakan milik seorang anggota TNI berinisial Y.
Awak media kemudian berupaya melakukan klarifikasi kepada Y selaku pemilik rumah.
Dalam keterangannya, Y membenarkan bahwa rumah tersebut adalah miliknya. Namun, ia menyatakan tidak mengetahui adanya aktivitas penimbunan solar bersubsidi di rumah tersebut dan membantah mengetahui adanya praktik penimbunan BBM subsidi di lokasi tersebut.
Persoalan kemudian berkembang setelah Y mengirimkan pesan kepada awak media melalui WhatsApp. Dalam pesan tersebut, Y menyampaikan bahwa dirinya mengetahui informasi mengenai pihak-pihak yang diduga terlibat dalam alur peredaran BBM subsidi
“Ooh saya malah ngantongi bukti2 yg lengkap sekarang,Siapa yg jual mediatornya siapa penerimanya siapaaa ”, Ungkap Y dalam pesan singkat.
Keesokan harinya, ketika kembali dikonfirmasi oleh awak media, Y memberikan penjelasan mengenai maksud dari pernyataannya tersebut.
Menurut Y, informasi yang ia ketahui berasal dari cerita Yudi, yang saat ini sedang mengontrak rumah miliknya. Y juga menyebut bahwa Yudi pernah terlibat dalam aktivitas terkait perdagangan solar, tetapi menurut keyakinannya, Yudi saat ini sudah tidak lagi menjalankan aktivitas tersebut.
Y juga menambahkan adanya Kempul di rumah terbit bukan untuk menimbun solar melainkan untuk penampungan air untuk usaha tani
" Dan untuk soal ada Kempul di rumah itu milik Yudi, bukan untuk menampung solar melainkan untuk tampungan air karna akan usaha bertani disana, dan RW juga sudah mengetahui " tambahnya.
Keterangan tersebut berbeda dengan informasi yang sebelumnya disampaikan narasumber kepada awak media.
Narasumber meyakini bahwa aktivitas terkait solar subsidi tersebut masih berlangsung dan menyebut Yudi sebagai salah satu pihak yang diduga masih terlibat.
Di tengah munculnya sejumlah keterangan yang berbeda, awak media juga berupaya meminta klarifikasi langsung kepada Yudi melalui pesan WhatsApp.
Dalam komunikasi tersebut, Yudi memberikan isyarat bahwa dirinya ingin menjelaskan persoalan tersebut secara lebih panjang melalui pertemuan langsung.
Ia menyampaikan keberatan untuk menjelaskan seluruh persoalan melalui pesan singkat. Yudi menyebut khawatir percakapan melalui WhatsApp dapat didokumentasikan dalam bentuk tangkapan layar dan kemudian disampaikan kepada pihak lain, termasuk kepada Y.
Namun, hingga berita ini ditayangkan, pertemuan langsung antara Yudi dan awak media belum terlaksana. Dengan demikian, awak media belum memperoleh klarifikasi secara langsung dan lengkap dari Yudi terkait dugaan penimbunan solar subsidi tersebut.
Situasi ini kemudian memunculkan sejumlah pertanyaan karena terdapat perbedaan keterangan dan dugaan saling tuding mengenai siapa pihak yang sebenarnya terlibat dalam aktivitas yang dipersoalkan.
Hingga berita ini ditayangkan, belum ada keterangan resmi dari aparat penegak hukum maupun instansi terkait mengenai ada atau tidaknya praktik penimbunan BBM subsidi di lokasi yang disebutkan.
Awak media masih membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada seluruh pihak yang disebut dalam informasi ini, termasuk Yudi dan Y, serta pihak-pihak lain yang memiliki informasi atau keterangan yang relevan.
Perkembangan persoalan ini akan terus ditelusuri, terutama untuk memastikan apakah benar terdapat praktik penyalahgunaan BBM subsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat, serta siapa saja pihak yang dapat dimintai pertanggungjawaban apabila dugaan tersebut terbukti.
(TIM)
