Garut — jejakinformasijabar.com
Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) Tahun Anggaran 2025 di SDN 4 Cigedug, Kabupaten Garut, menjadi sorotan setelah tim awak media menemukan sejumlah kondisi yang dinilai tidak selaras dengan besaran anggaran yang terealisasi.
Berdasarkan hasil penelusuran langsung di lokasi sekolah, terdapat beberapa temuan yang menjadi perhatian. Di antaranya, kondisi kamar mandi siswa yang dinilai kurang layak, serta fasilitas perpustakaan yang tampak tidak terawat dan terkesan berantakan.
Selain itu, operator sekolah yang ditemui di lokasi belum dapat memberikan keterangan terkait penggunaan dana BOSP. Yang bersangkutan mengaku baru menjabat sehingga belum bisa memaparkan secara rinci alokasi anggaran tahun 2025.
Mengacu pada data yang dihimpun dari ARKAS tercatat beberapa komponen anggaran yang cukup signifikan, di antaranya:
Pembayaran honor mencapai Rp64.800.000 per tahun
Pemeliharaan sarana dan prasarana sebesar Rp13.849.200 per tahun
Pengembangan perpustakaan sebesar Rp38.746.700 per tahun
Namun demikian, kondisi real di lapangan memunculkan pertanyaan publik. Pasalnya, sejumlah fasilitas yang seharusnya menjadi prioritas justru terlihat tidak mencerminkan adanya pengelolaan anggaran yang optimal dan Guru Honorer hanya tercatat satu orang saja.
Pada kesempatan berbeda, kepala sekolah SDN 4 Cigedug, Euis Hodijah, tidak dapat ditemui secara langsung. Saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp, ia menyampaikan bahwa keterlambatan respons disebabkan oleh kondisi kesehatannya.
“Ya pa, maaf sekali saya tidak langsung merespons karena terkendala kesehatan. Kemarin saya baru pulang dari dokter, sekarang baru bisa bangun,” ujarnya melalui pesan singkat.
Namun, keterangan tersebut berbeda dengan informasi yang diperoleh dari pihak internal sekolah yang menyebutkan bahwa kepala sekolah sedang berada di luar untuk kegiatan lain pada waktu yang bersamaan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak sekolah dinilai masih tertutup dalam memberikan penjelasan terkait penggunaan dana BOSP Tahun Anggaran 2025, yang oleh sebagian pihak dinilai mencolok dan memunculkan dugaan adanya ketidaksesuaian dalam realisasi anggaran.
Tim awak media menyatakan masih menunggu klarifikasi resmi dari pihak SDN 4 Cigedug guna memperoleh informasi yang berimbang dan transparan.
( F. BOY / Kaperwil Provinsi Jawa Barat )
