Notification

×

Iklan

Iklan

‎Diduga Raup Untung jadi Makelar Lahan Pabrik di Leles, Kadispora Garut Bantah Langgar Aturan‎

Rabu, 25 Maret 2026 | 15:30 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-25T08:36:37Z
Garut – jejakinformasijabar.com
‎Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Garut, Asep Mulyana, yang belum lama dilantik, tengah menjadi sorotan terkait dugaan keterlibatannya dalam tim pembebasan lahan untuk pembangunan pabrik di wilayah Kecamatan Leles.
‎Isu yang beredar menyebutkan bahwa Asep Mulyana, yang akrab disapa Asmul, diduga berperan sebagai perantara (makelar) dalam proses tersebut.
‎Saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon selulernya, Asmul membantah tudingan tersebut. Ia menegaskan tidak pernah terlibat dalam proses pembebasan lahan dimaksud.
‎“Saya tidak pernah ikut campur, apalagi terlibat dalam proses pembebasan lahan pabrik di Leles. Kalau ada yang menuding, mungkin itu hanya karena sentimen,” ujarnya.

‎Namun, pernyataan tersebut diduga bertolak belakang dengan dokumen yang beredar. Dalam surat pembentukan tim pembebasan lahan yang ditandatangani bersama, tercantum sembilan nama, termasuk Asmul yang saat itu masih menjabat sebagai Lurah Pakuon.
‎Dalam dokumen kesepakatan tersebut juga disebutkan sejumlah klausul, termasuk adanya hak komisi sebesar 4 persen yang diduga diberikan kepada Asmul.
‎Saat ditemui di kediamannya pada Rabu (18/03/2026), Asmul mengakui bahwa dirinya memang sempat terlibat dalam tim pembebasan lahan tersebut. Namun ia menilai keterlibatannya tidak melanggar aturan meskipun berstatus sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).
‎“Memang saya dilibatkan dalam tim pembebasan. Itu kan bisnis, tidak ada larangan meski saya ASN. Waktu itu saya masih menjabat Lurah Pakuon, dan saya juga orang Leles,” ungkapnya.
‎Pernyataan tersebut pun menimbulkan pertanyaan, mengingat status ASN memiliki aturan ketat terkait keterlibatan dalam aktivitas bisnis, terlebih yang berpotensi menimbulkan konflik kepentingan.
‎Dalam komunikasi lanjutan melalui pesan WhatsApp, Asmul juga mengaku belum pernah menerima panggilan dari pihak kepolisian, meskipun beredar informasi bahwa kasus pembebasan lahan pabrik seluas kurang lebih 30 hektare tersebut tengah ditangani oleh penyidik Polda Jawa Barat.
‎Di akhir percakapan, Asmul menyampaikan rencananya untuk kembali bertemu dengan awak media setelah Hari Raya Idulfitri.
‎“Sekarang waktunya mepet. Nanti setelah Lebaran saya akan hubungi untuk bertemu, sekalian dengan pihak-pihak yang terlibat dalam persoalan ini,” pungkasnya.
‎( F. BOY / Kaperwil Provinsi Jawa Barat )
TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×