Notification

×

Iklan

Iklan

‎Bumdes Baraya Mekar Raya Dorong Ketahanan Pangan Lewat Usaha Ayam Petelur dan Bioplok

Minggu, 25 Januari 2026 | 03:49 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-24T20:54:39Z
‎‎GARUT – jejakinformasijabar.com
‎Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Baraya Mekar Raya, Desa Mekar Raya, terus menunjukkan perannya sebagai motor penggerak ekonomi desa melalui realisasi Program Ketahanan Pangan Tahun Anggaran 2025. Program ini menjadi bagian dari upaya strategis desa dalam memperkuat kemandirian pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
‎BUMDes Baraya Mekar Raya resmi berdiri berdasarkan Surat Keputusan Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia Tahun 2024, sebagai landasan hukum operasional lembaga ekonomi desa yang dikelola secara profesional dan akuntabel.
‎Pada tahun anggaran 2025, BUMDes Baraya Mekar Raya memperoleh alokasi anggaran sebesar Rp225.000.000 yang difokuskan untuk dua unit usaha utama, yakni usaha ayam petelur dan budidaya ikan nila sistem bioplok. 
‎Kedua usaha tersebut dipilih karena dinilai memiliki potensi besar dalam mendukung ketahanan pangan lokal serta membuka peluang ekonomi berkelanjutan.
‎Ketua BUMDes Baraya Mekar Raya, Amin Munawar, S.Pd. (43), menjelaskan bahwa pelaksanaan program ketahanan pangan dilakukan sesuai dengan Peraturan Menteri Desa (Permendes) dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
‎Masyarakat desa dilibatkan sejak tahap perencanaan melalui musyawarah desa, hingga pelaksanaan dan pemanfaatan hasil usaha.
‎“Sebagian masyarakat terlibat langsung dalam proses musyawarah, dan sebagian lainnya menjadi penerima manfaat dari program yang dijalankan,” ujarnya.
‎Dari sisi manfaat, program ayam petelur telah memberikan dampak positif bagi pedagang kecil di sekitar Desa Mekar Raya. Pedagang dapat memperoleh telur langsung dari BUMDes dengan harga pasar, sehingga dapat menekan biaya operasional dan meningkatkan margin keuntungan.

‎Selain itu, keberadaan usaha ini juga membantu memenuhi kebutuhan telur masyarakat desa tanpa harus bergantung pada pasokan dari luar wilayah.
‎Dalam pelaksanaannya, BUMDes Baraya Mekar Raya mendapat dukungan dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah desa, fasilitator, hingga CV penyedia pengadaan kegiatan ayam petelur dan budidaya ikan nila bioplok.
‎Meski demikian, Amin Munawar mengakui bahwa tantangan tetap ada, terutama terkait keterbatasan pengalaman sumber daya manusia (SDM) pengurus BUMDes. Untuk mengatasi hal tersebut, pihaknya melakukan pembinaan dan pendampingan dengan melibatkan tenaga ahli agar pengelolaan usaha dapat berjalan lebih optimal.
‎“Harapan kami, program ini bisa berjalan secara konsisten, memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, serta menghasilkan usaha yang berkembang dan berkelanjutan,” tambahnya.
‎Sementara itu, Kepala Desa Mekar Raya, Agus Soni (46), menyampaikan bahwa secara umum pelaksanaan Program Ketahanan Pangan oleh BUMDes berjalan dengan baik, meskipun saat ini belum memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Desa (PADes) karena masih dalam tahap proses pengembangan usaha.
‎“Anggaran tahun ini difokuskan pada dua kegiatan, yaitu usaha ayam petelur dan budidaya ikan nila bioplok. Untuk ayam petelur, manfaatnya sudah dirasakan pedagang kecil karena mereka tidak perlu jauh ke pasar dan bisa membeli dengan harga yang sama,” jelasnya.
‎Ia berharap, ke depan kedua unit usaha tersebut dapat terus berkembang, memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Desa Mekar Raya, serta mampu menjadi sumber peningkatan PADes.
‎Baik Ketua BUMDes maupun Kepala Desa mengajak seluruh elemen masyarakat serta pihak terkait untuk terus bersinergi dan saling mendukung demi kemajuan dan keberlanjutan BUMDes Baraya Mekar Raya sebagai pilar ekonomi desa.
‎( F. BOY / Kaperwil provinsi Jabar )
TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×