Ketua Bumdes Jatisari, Uum Udan, mengatakan bahwa program ketahanan pangan ini dirancang untuk memberikan dampak langsung bagi masyarakat, sekaligus mendorong kemandirian ekonomi desa melalui pengelolaan usaha yang produktif dan berkelanjutan.
“Program ini tidak hanya berorientasi pada hasil usaha, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat desa agar terlibat langsung dalam kegiatan ekonomi,” ujar Uum Udan.
BUMDes Jatisari yang beralamat di Kp. Cingalu RT 01 RW 02, Desa Jatisari, telah memiliki legalitas resmi dengan Sertifikat AHU Nomor AHU-01740.AH.01.33 Tahun 2023, sebagai dasar hukum operasional lembaga usaha desa tersebut.
Dalam pelaksanaannya, program ketahanan pangan Bumdes Jatisari dibagi ke dalam tiga bidang usaha utama.
Pertama, bidang usaha persawahan dengan anggaran sebesar Rp49.500.000. Bidang ini dikelola oleh Ketua Bidang Juangsa Hadayat bersama sejumlah anggota, dengan fokus pada peningkatan produktivitas pertanian dan pemanfaatan lahan sawah yang ada di wilayah desa.
Kedua, bidang penggemukan sapi yang menyerap anggaran Rp76.293.800. Program ini mencakup pembelian sapi, penyediaan pakan, obat-obatan, serta pengelolaan kandang. Ketua Bidang Penggemukan Sapi, Enggud, menyebutkan bahwa kegiatan ini ditargetkan mampu memberikan pemasukan rutin serta membuka peluang usaha bagi warga sekitar.
" saya akan maksimalkan kegiatan ini mampu dan rutin memberikan pemasukan, dan bisa memberikan peluang usaha bagi masyarakat" ucapnya
Ketiga, bidang pangan dan hortikultura dengan konsep greenhouse pertanian, yang mendapat alokasi anggaran terbesar, yakni Rp93.370.000. Bidang ini dikelola oleh Ade Man Suryaksana bersama tim, dengan tujuan meningkatkan hasil pertanian hortikultura yang lebih stabil dan bernilai jual tinggi.
Program ketahanan pangan Bumdes Jatisari melibatkan berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Desa Jatisari, kelompok tani, UPT Pertanian Kecamatan Cisompet, hingga masyarakat penerima manfaat. Kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan sistem usaha desa yang inklusif dan berdaya saing.
Kepala Desa Jatisari, Giono Suwardi, S.Sos, menilai keberadaan Bumdes menjadi instrumen penting dalam mendorong pembangunan ekonomi desa. Menurutnya, program ketahanan pangan yang dijalankan Bumdes Jatisari telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Program ini sangat membantu warga, terutama dalam meningkatkan pendapatan dan ketahanan ekonomi masyarakat desa,” kata Giono.
Meski demikian, pelaksanaan program tidak lepas dari sejumlah kendala, seperti keterbatasan lahan persawahan, fluktuasi harga pasar, serta tingginya biaya pakan, pupuk, dan obat-obatan. Namun, Bumdes Jatisari tetap optimistis program ketahanan pangan dapat terus berjalan dan berkembang.
Ke depan, Bumdes Jatisari berharap program ini dapat semakin memperkuat kesejahteraan masyarakat, menciptakan lapangan usaha baru, serta menjadi contoh pengelolaan Bumdes yang transparan dan produktif di Kabupaten Garut.
( F. BOY / Kaperwil provinsi Jabar )
