Notification

×

Iklan

Iklan

‎Dari Kolam Ikan hingga Beras Desa, Bumdes Cipta Mandiri Jagabaya Perkuat Ketahanan Pangan Warga‎

Minggu, 01 Februari 2026 | 15:25 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-01T08:39:23Z
‎GARUT - jejakinformasijabar.com 
Ditengah tantangan fluktuasi harga pangan dan ketidakpastian cuaca, Bumdes Cipta Mandiri Desa Jagabaya Kecamatan Cisompet Kabupaten Garut, perlahan tumbuh menjadi penopang ketahanan pangan masyarakat desa.
‎Bumdes yang berdiri secara resmi berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2021 tentang Badan Usaha Milik Desa dan telah mengantongi legalitas AHU-09424.AH.01.33 Tahun 2022 ini mengelola sejumlah unit usaha berbasis kebutuhan dasar warga.

‎Pada tahun anggaran 2025, Bumdes Cipta Mandiri dipercaya mengelola anggaran sebesar Rp186,2 juta yang difokuskan untuk Program Ketahanan Pangan Desa.
‎Ketua Bumdes Cipta Mandiri, Asep Munawar, mengatakan bahwa penguatan ketahanan pangan dilakukan melalui tiga sektor utama, yakni perikanan nila sistem bioflok, jual beli gabah dan beras, serta peternakan bebek.
‎“Unit usaha ini kami rancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat sehari-hari. Jadi bukan hanya soal usaha, tapi soal ketersediaan pangan di desa,” ujar Asep
‎.
‎Menurutnya, hingga saat ini program berjalan dengan baik dan melibatkan masyarakat secara langsung, mulai dari penyediaan hasil pertanian hingga keterlibatan dalam sektor perikanan.
‎Keterlibatan warga tersebut menjadi kunci keberlanjutan program. Selain memperkuat ekonomi lokal, keberadaan Bumdes juga memudahkan masyarakat dalam memperoleh bahan pangan pokok seperti beras, ikan, dan telur.
‎“Sekarang masyarakat tidak terlalu kesulitan untuk memenuhi kebutuhan pokok harian. Akses lebih dekat dan stabil,” kata Asep.
‎Meski menunjukkan perkembangan positif, perjalanan Bumdes tidak lepas dari tantangan. Salah satu kendala yang dihadapi adalah mahalnya harga gabah akibat banyak petani yang mengalami gagal panen. Di sektor perikanan, kondisi cuaca juga berdampak pada tingkat kematian ikan.
‎Untuk menyiasati hal tersebut, pengelola BUMDes mencari pasokan gabah dari luar desa serta meningkatkan perawatan ikan melalui pemberian vitamin secara berkala.
‎“Ini bagian dari proses belajar dan penyesuaian di lapangan,” ujar Asep.
‎Kepala Desa Jagabaya, Yayan Suryana, menilai keberadaan Bumdes Cipta Mandiri telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam menjaga ketersediaan bahan pangan.
‎“Bumdes berjalan sesuai prosedur dan selalu berkoordinasi dengan pemerintah desa. Dampaknya terasa, terutama dalam pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat,” ujarnya.

‎Pemerintah Desa Jagabaya, kata Yayan, terus membuka ruang dukungan bagi pengembangan Bumdes, baik melalui APBDes maupun kerja sama dengan pihak ketiga, jika kondisi anggaran memungkinkan.
‎Ke depan, ia berharap Bumdes tidak hanya berkembang secara internal, tetapi juga mampu menjalin kerja sama dengan Bumdes lain agar skala manfaatnya semakin luas.

‎Bagi Asep Munawar, Bumdes bukan sekadar lembaga usaha desa, melainkan instrumen untuk menjaga ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
‎“Mudah-mudahan Bumdes yang kami kelola bisa terus berkembang dan mendapat dukungan agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat,” katanya.
‎Dari kolam ikan, kandang bebek, hingga distribusi beras desa, Bumdes Cipta Mandiri Jagabaya menunjukkan bahwa ketahanan pangan bisa dibangun dari desa, oleh desa, dan untuk desa.

‎(F. BOY / Kaperwil provinsi Jabar )
TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×