Notification

×

Iklan

Iklan

‎Diduga Gunakan Mobil Siaga Desa, Sekelompok Orang Keroyok dan Rampas Barang Milik Warga di Bayongbong‎

Senin, 23 Februari 2026 | 16:52 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-23T10:03:12Z
‎Garut – jejakinformasijabar.com
‎Aksi pengeroyokan dan dugaan perampasan terjadi di Jalan Raya Bayongbong, tepatnya di Kampung Babakan Caringin, Desa Bayongbong, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, sekitar pukul 02.20 WIB. Senin (23/02/2026)
‎Korban berinisial (R), seorang pemilik warung setempat, diduga menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok orang yang disebut-sebut datang menggunakan mobil siaga milik Desa Tambakbaya, Kecamatan Cisurupan. Dalam insiden tersebut, seorang rekannya berinisial (I) yang berupaya melerai juga turut menjadi korban pemukulan.
‎Akibat kejadian itu, (R) dan (I) mengalami luka lebam di sejumlah bagian tubuh. Keduanya kemudian membuat surat visum (pisum) sebagai syarat pelaporan dan secara resmi melaporkan dugaan tindak pidana pengeroyokan dan perampasan tersebut ke Polsek Bayongbong.
‎Saat ditemui di Mapolsek Bayongbong, (R) menuturkan bahwa peristiwa bermula ketika sekelompok orang datang ke warungnya untuk membeli makanan nongkrong. Menurutnya, rombongan awal terdiri dari tiga orang, kemudian disusul dua orang lainnya. Mereka diduga mengonsumsi minuman keras hingga dalam kondisi mabuk berat.
‎“Awalnya mereka minum-minum di warung. Karena sudah terlalu banyak minum, mereka sempat hampir berkelahi sesama temannya. Saya berusaha melerai agar tidak ribut di tempat usaha saya,” ujar (R).
‎Ia mengaku, setelah dilerai, rombongan tersebut meninggalkan lokasi. Namun, satu orang perempuan dalam kondisi mabuk tertinggal. Atas dasar kemanusiaan, (R) bersama istri dan rekannya membantu mengantarkan perempuan tersebut ke rumahnya.

‎Tak lama berselang, sekitar beberapa menit setelah kembali ke warung, sebuah mobil yang disebut sebagai mobil siaga Desa Tambakbaya datang bersama dua sepeda motor. Sekitar lima hingga enam orang turun dari kendaraan dan langsung melakukan pemukulan terhadap dirinya.
‎“Saya langsung dipukul ramai-ramai. Tidak lama kemudian teman saya, (I), datang untuk melerai, tapi malah ikut dipukul juga,” kata (R).

‎Ia juga menyebut istrinya sempat nyaris menjadi sasaran kekerasan dari kelompok tersebut.
‎Rekan Korban Mengaku Barangnya Dirampas
‎Sementara itu, (I) membenarkan bahwa dirinya turut menjadi korban saat berupaya menghentikan aksi pengeroyokan tersebut. Ia mengaku datang ke warung hanya untuk singgah sejenak, namun melihat rekannya dipukuli dan berinisiatif melerai.
‎“Saya datang mau mampir, lihat teman dikeroyok, saya lerai. Tapi saya juga ikut dipukul sampai babak belur,” ujar (I).
‎Ia juga mengaku tas miliknya dibawa oleh salah satu pelaku. Di dalam tas tersebut terdapat dokumen penting seperti STNK, KTP, SIM, serta barang pribadi lainnya.
‎“Saya tidak punya masalah apa-apa dengan mereka, tapi malah ikut jadi korban,” katanya.
‎Belum Ada Keterangan Resmi Polisi
‎Hingga berita ini diturunkan, pihak Polsek Bayongbong belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan laporan tersebut. Korban berharap aparat penegak hukum dapat segera menindaklanjuti kasus ini secara profesional dan transparan.
‎Kasus dugaan pengeroyokan dan perampasan ini menjadi sorotan warga, terutama karena adanya dugaan penggunaan mobil siaga desa dalam insiden tersebut. Peristiwa ini akan terus dipantau guna memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
‎( F. BOY / Kaperwil provinsi Jawa Barat )
TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×