Notification

×

Iklan

Iklan

‎Klarifikasi Kepala Desa Tambakbaya Terkait Dugaan Pengeroyokan dan Perampasan di Bayongbong‎

Kamis, 26 Februari 2026 | 07:03 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-26T00:03:54Z

‎Garut – jejakinformasijabar.com
‎Kepala Desa Tambakbaya, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, Yusron, kembali memberikan penegasan dan klarifikasi atas pemberitaan sebelumnya yang berjudul “Diduga Gunakan Mobil Siaga Desa, Sekelompok Orang Keroyok dan Rampas Barang Milik Warga di Bayongbong.”
‎Yusron membenarkan bahwa kendaraan yang berada di lokasi kejadian merupakan mobil siaga milik Desa Tambakbaya. Namun ia menegaskan, pihak yang terlibat dalam peristiwa tersebut bukanlah warga Desa Tambakbaya, melainkan warga Desa Sirnagalih, Kecamatan Cisurupan.
‎“Betul, mobil itu mobil desa kami. Namun, yang dimaksud sekelompok orang dalam kejadian tersebut bukan warga Desa Tambakbaya, melainkan warga Desa Sirnagalih, Kecamatan Cisurupan,” ujar Yusron saat dikonfirmasi.
‎Ia menjelaskan, keberadaan mobil siaga desa di wilayah Bayongbong bukan dalam rangka atau kesengajaan untuk terlibat dalam insiden tersebut. Menurutnya, kendaraan itu sedang menjalankan tugas kemanusiaan.
‎“Supir membawa mobil untuk menjemput pasien kecelakaan di Bandung yang merupakan warga Desa Tambakbaya. Di perjalanan ada yang meminta bantuan melalui telepon. Niat awalnya untuk melerai perkelahian, namun situasi justru memanas karena menurut keterangan saksi, kedua belah pihak dalam pengaruh alkohol,” jelasnya.

‎Terkait dugaan perampasan tas milik korban, Yusron juga memberikan klarifikasi. Ia menyebut peristiwa tersebut terjadi secara spontan di tengah keributan.
‎“Tidak ada unsur perampasan yang direncanakan. Saat terjadi keributan, ada aksi saling tarik-menarik secara spontan. Ketika situasi bubar, satu tas terbawa oleh pihak yang diduga melakukan penyerangan. Itu pun terjadi dalam kondisi ricuh,” terangnya.
‎Menurut Yusron, insiden tersebut mutlak dipicu oleh kesalahpahaman komunikasi antara kedua belah pihak, yang saat itu sama-sama dalam kondisi terpengaruh minuman keras.
‎“Ini murni kesalahpahaman komunikasi. Kedua belah pihak dalam pengaruh alkohol, sehingga situasi tidak terkendali,” tambahnya.
‎Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa persoalan tersebut telah dimediasi oleh pihak Polsek Bayongbong secara kekeluargaan. Dalam mediasi itu, kedua belah pihak telah membuat kesepakatan tertulis agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
‎“Sudah ada perjanjian hitam di atas putih antara kedua pihak sebagai komitmen bersama untuk tidak mengulangi kejadian serupa,” katanya.
‎Pemerintah Desa Tambakbaya berharap masyarakat dapat memahami duduk persoalan secara utuh dan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum terkonfirmasi secara menyeluruh.
‎Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi seluruh pihak guna menjaga prinsip keberimbangan dan akurasi informasi.
‎( F. BOY / Kaperwil Provinsi Jawa Barat )
TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×