Garut – jejakinformasijabar.com
Presiden Ruang Rakyat Garut, Eldy Supriadi, menegaskan bahwa forum yang dipimpinnya tidak akan menjadi organisasi yang pasif. Ia memastikan Ruang Rakyat Garut akan berdiri sebagai wadah kritik, diskusi publik, sekaligus gerakan sosial yang berpihak pada kepentingan masyarakat.
Menurut Eldy, masyarakat membutuhkan ruang yang benar-benar terbuka untuk menyampaikan gagasan, kritik, serta berbagai persoalan yang terjadi di tengah kehidupan sosial dan pembangunan daerah.
Ia menilai selama ini masih banyak aspirasi masyarakat yang tidak tersalurkan dengan baik. Karena itu, Ruang Rakyat Garut hadir untuk menjadi jembatan antara suara rakyat dengan para pemangku kepentingan di Kabupaten Garut.
“Kritik itu penting dalam demokrasi. Tanpa kritik, pembangunan bisa berjalan tanpa kontrol. Ruang Rakyat Garut akan berdiri di garis depan untuk memastikan suara masyarakat tidak diabaikan,” tegas Eldy Supriadi.
Ia juga menegaskan bahwa forum yang dipimpinnya akan terus mendorong budaya diskusi yang sehat dan terbuka agar berbagai persoalan publik dapat dibahas secara objektif dan solutif.
Tidak hanya bergerak dalam ruang diskusi, Ruang Rakyat Garut juga menunjukkan aksi nyata melalui kegiatan sosial yang langsung menyentuh masyarakat.
Dalam kegiatan yang digelar di Pujasega Resto, forum tersebut menyalurkan santunan kepada puluhan anak yatim dari Panti Asuhan Muhammadiyah Lio sebagai bagian dari kepedulian sosial di bulan Ramadan.
Eldy menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk nyata keberpihakan kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Saya hanya ingin menyalakan lilin di tengah kegelapan. Ramadan adalah momentum untuk memastikan tidak ada saudara-saudara kita yang merasa sendirian atau tidak merasakan kebahagiaan,” ujar Eldy Supriadi.
Ia menambahkan bahwa ke depan Ruang Rakyat Garut akan terus konsisten menjadi ruang kritik yang konstruktif sekaligus gerakan sosial yang aktif dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat di Kabupaten Garut.
( F. BOY / Kaperwil provinsi Jawa Barat )
