Garut – jejakinformasijabar.com
Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mulya Sejahtera Desa Mulyajaya, Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut, terus menunjukkan kiprahnya dalam mendukung ketahanan pangan masyarakat desa. Dengan alokasi anggaran sebesar Rp260.142.000 pada tahun 2025, BUMDes ini mengelola berbagai program produktif yang langsung menyentuh kebutuhan dan kesejahteraan warga. Senin (3/11/2025)
Ketua BUMDes Mulya Sejahtera, Heru Nugraha (37), yang menjabat untuk periode 2024–2029, menjelaskan bahwa program ketahanan pangan ini mencakup tiga kegiatan utama, yaitu jual beli beras, budidaya jamur tiram, dan penanaman jagung hibrida.
“Untuk jual beli beras, kami membeli hasil panen petani lokal berupa gabah atau beras, kemudian dipasarkan kembali kepada warga Mulyajaya. Dengan begitu, warga tidak perlu lagi membeli beras ke daerah lain,” ujar Heru.
Selain itu, BUMDes juga menggandeng kelompok tani untuk membuat demplot penanaman padi huma di lahan carik desa seluas sekitar satu hektare. Sementara untuk budidaya jamur tiram, pihaknya telah mengelola 5.000 log yang hingga kini masih aktif berproduksi dengan hasil sekitar 7 kuintal jamur, dipasarkan ke sejumlah pasar tradisional seperti Pasar Cikajang, Bayongbong, Cisurupan, dan Samarang.
Adapun program penanaman jagung hibrida dilaksanakan melalui kerja sama dengan kelompok tani seluas dua hektare. “Kami memberikan pinjaman modal kepada kelompok tani, dan pengembaliannya dilakukan setelah panen. Bumdes juga siap menampung hasil panen jagung dari para petani,” tambahnya.
Program Ketahanan Pangan (Ketapang) ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Warga kini bisa membeli beras dengan harga terjangkau, petani memperoleh akses modal, serta jaminan penyerapan hasil panen.
Heru menyebut sejumlah pihak turut mendukung keberhasilan program ini, di antaranya Pemerintah Desa Mulyajaya, Polsek Banjarwangi, penyuluh pertanian, serta unsur TNI.
Meski demikian, Heru tidak menampik adanya tantangan, terutama dalam hal pengelolaan administrasi dan keuangan. “Kami masih minim pengalaman dalam penyusunan laporan keuangan, sehingga sangat diperlukan pelatihan dan pendampingan dari pemerintah,” ungkapnya.
Ia berharap, ke depan program ketahanan pangan terus mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, agar pengelolaan BUMDes semakin profesional.
“Kami berharap ada pendampingan manajemen dari pemerintah agar Bumdes lebih baik lagi. Semua stakeholder harus berperan aktif dalam mengembangkan usaha-usaha desa,” tegasnya.
Kepala Desa Mulyajaya, Wawan, S.Pd, mengapresiasi pelaksanaan program ketahanan pangan yang dijalankan BUMDes. Menurutnya, kegiatan tersebut berjalan baik dengan melibatkan masyarakat sebagai pelaksana di bidang pertanian, khususnya padi gogo, jamur tiram, dan jagung.
“Program ini sangat bermanfaat karena memberi permodalan kepada masyarakat hingga 80%. Tanahnya disiapkan oleh Pemdes berupa tanah carik, sementara bibit dan pupuk disuplai oleh BUMDes dengan sistem bagi hasil,” jelas Wawan.
Ia juga menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor agar program ini berkelanjutan. “Perlu dukungan dari pemerintah di atasnya, baik berupa edukasi, pendampingan teknis, maupun bantuan alat seperti mesin penggiling padi yang bisa menunjang produksi,” tambahnya.
Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah desa, BUMDes, kelompok tani, dan masyarakat, Desa Mulyajaya kini menjadi salah satu contoh desa yang berhasil menggerakkan ekonomi lokal melalui program ketahanan pangan berbasis potensi desa.
( F.BOY / Kaperwil Provinsi Jabar )
