Notification

×

Iklan

Iklan

‎Banjir Terjang Sejumlah Wilayah di Bayongbong Garut, Warga Soroti Alih Fungsi Lahan

Jumat, 27 Maret 2026 | 20:51 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-27T13:51:51Z

Garut – jejakinformasijabar.com
‎Peristiwa banjir kembali melanda sejumlah wilayah di Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, pada Jumat (27/3/2026) sekitar pukul 15.00 WIB. Banjir tersebut berdampak pada beberapa kampung di tiga desa dan mengganggu aktivitas warga setempat.

‎Salah seorang warga terdampak, Sansan, mengungkapkan bahwa banjir terjadi cukup deras hingga menyebabkan genangan air mencapai di atas lutut orang dewasa. Ia menyebutkan bahwa genangan di area pemukiman berlangsung sekitar 2 hingga 3 jam sebelum surut.
Adapun wilayah yang terdampak meliputi sebagian Kampung Batugede di Desa Sukamanah, Kampung Cilimus di Desa Sukarame, serta Kampung Goler di Desa Hegarmanah.

‎Menurut Sansan, penyebab utama banjir diduga akibat alih fungsi lahan, khususnya di kawasan Gunung Cikuray. Ia menyayangkan kondisi tersebut mengingat sebelumnya telah dilakukan perbaikan drainase dan tanggul sungai, namun banjir masih terus terjadi.

‎“Setelah ada perbaikan drainase dan tanggul, ternyata banjir tetap terjadi. Maka dari itu kami menilai faktor utama ada pada alih fungsi lahan di Gunung Cikuray,” ungkapnya.

‎Meski tidak ada warga yang sampai mengungsi, banjir tersebut berdampak signifikan terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Sejumlah usaha warga dilaporkan lumpuh akibat genangan air dan material lumpur yang terbawa arus banjir.

‎Kondisi terkini di lokasi terdampak menunjukkan banyaknya lumpur yang masih menutupi area pemukiman. Warga pun masih menghadapi kendala dalam proses pembersihan sisa material tersebut.
Sansan juga menyebut bahwa wilayah tersebut memang kerap mengalami banjir, sehingga diperlukan langkah penanganan yang lebih serius dari pihak terkait. Hingga saat ini, warga mengaku belum menerima bantuan apapun pasca kejadian.

‎Sebagai bentuk harapan, masyarakat meminta pemerintah untuk melakukan reboisasi secara besar-besaran guna mengurangi risiko banjir di masa mendatang.

‎“Kami berharap ada langkah nyata seperti reboisasi besar-besaran agar kejadian seperti ini tidak terus berulang,” pungkasnya.



‎( F. BOY/ Kaperwil Provinsi Jawa Barat )

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×