Notification

×

Iklan

Iklan

Pemkot Bandung Deklarasikan Gerakan ‘Zero Bullying’ di Sekolah

Rabu, 29 Oktober 2025 | 20:08 WIB | 0 Views Last Updated 2025-10-29T13:09:02Z
Bandung – jejakinformasijabar.com, Kasus perundungan atau bullying masih menjadi perhatian serius di lingkungan sekolah. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Pemerintah Kota Bandung resmi mendeklarasikan gerakan “Bandung Menuju Zero Bullying”, yang digelar di SDN Banjarsari 113, Rabu (19/10/2025).

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan bahwa upaya menghapus praktik bullying tidaklah mudah. Namun, menurutnya, semua pihak harus berperan aktif untuk mewujudkannya.

“Mencapai predikat zero bullying di Kota Bandung bukan perkara gampang. Saat ini indeks Kota Ramah Anak Bandung masih di tingkat Nindia, dan kita sedang berupaya menuju tingkat Utama,” ujar Farhan seperti dikutip dari DetikJabar, Rabu (19/10/2025).

Ia menambahkan, deklarasi ini bukan sekadar acara seremonial, melainkan momentum nyata untuk memperkuat komitmen bersama agar Kota Bandung semakin ramah bagi anak-anak, terutama dalam menghadapi ancaman bullying fisik maupun digital bullying.

 “Sekarang banyak kasus bullying yang terjadi di dunia digital. Literasi digital kita masih di bawah 70%, padahal akses internet sudah di atas 80%. Bahkan rata-rata satu orang Bandung punya lebih dari satu handphone. Artinya, teknologi berkembang lebih cepat dari kemampuan literasi kita. Nah, ini yang sedang kita kejar,” jelas Farhan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bandung, Uum Sumiati, menuturkan kegiatan ini diharapkan menjadi pengingat dan dorongan bagi seluruh satuan pendidikan agar lebih bertanggung jawab dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman.

 “Sekolah harus jadi tempat yang aman dan menyenangkan. Bullying bisa berdampak negatif pada perkembangan anak, jadi kami dorong semua sekolah untuk lebih bertanggung jawab dalam mewujudkan lingkungan yang ramah anak,” tegasnya.

Dukungan juga datang dari Anggota DPRD Kota Bandung, Muhamad Syahlevi Erwin Apandi, yang menilai deklarasi Zero Bullying ini merupakan langkah positif untuk membangun karakter anak sejak dini.

 “Program ini bagus sekali. Anak-anak jadi belajar menghargai sejak kecil. Saya harap program ini digencarkan di semua sekolah di Kota Bandung,” ujarnya.

Menurut Syahlevi, kolaborasi lintas dinas menjadi kunci dalam menekan kasus bullying.

“Laporan dan keluhan masih cukup banyak. Saya harap Disdik dan DP3A bisa semakin solid dalam penanganannya,” pungkasnya.

(F. BOY / Kaperwil Jabar)


TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×