Notification

×

Iklan

Iklan

BUMDes Caringin Dorong Ketahanan Pangan Desa, Harga Stabil dan Serap Tenaga Kerja

Jumat, 14 November 2025 | 13:05 WIB | 0 Views Last Updated 2025-11-14T06:06:16Z
Garut – JejakInformasiJabar.com
BUMDes Muktiraharja Desa Caringin, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Garut, terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ketahanan pangan desa melalui berbagai program strategis yang dijalankan sepanjang tahun 2025. Dengan alokasi anggaran sebesar Rp227 juta, program ini diharapkan mampu menjaga stabilitas pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Jum'at, (14/11/2025)

Ketua BUMDes Caringin, Fajarisman, mengungkapkan bahwa fokus utama program ketahanan pangan berada pada pengelolaan hasil pertanian dan ketersediaan kebutuhan pokok bagi warga. “Kami menjadi pengepul gabah dari petani, menjual beras grosir, menyediakan sembako, perlengkapan pertanian, dan bermitra dengan MBG Dapur Caringin,” jelasnya.


Pelaksanaan program juga dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat. Pengurus BUMDes berkoordinasi langsung dengan petani, pedagang eceran, dan warga untuk menghidupkan ekosistem ekonomi lokal.

“Petani didorong untuk menjual gabah ke BUMDes, sedangkan pedagang desa kami ajak bermitra agar perputaran ekonomi tetap berada di lingkungan desa,” ujarnya.

Keterlibatan ini menjadikan program lebih adaptif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat, terutama dalam menjaga pasokan pangan desa tetap stabil.

Program ketahanan pangan BUMDes Caringin telah dirasakan langsung oleh warga desa. Di antaranya:

Warga dapat membeli beras dan sembako dengan harga yang lebih terjangkau namun tetap berkualitas.

Terserapnya tenaga kerja lokal, baik di sektor pengeringan padi, pertanian, maupun karyawan BUMDes.


Ketua BUMDes menyebut dukungan berbagai pihak menjadi salah satu kunci keberhasilan program. “Kami didukung penuh Kepala Desa, BPD, LPM, perangkat desa, petani, masyarakat, dan pihak-pihak terkait lainnya,” tambahnya.


Meski program berjalan baik, BUMDes tetap menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait persaingan dengan pengepul dan pedagang lain. Namun pihaknya memiliki strategi pendekatan kolaboratif.

“Kami memilih bekerja sama dan bermitra agar tidak terjadi benturan di lapangan,” ungkap Fajarisman.

Selain itu, ketika desa mendapatkan bantuan beras untuk masyarakat, BUMDes perlu menahan stok gabah lebih lama. Solusinya, BUMDes melakukan penjualan ke MBG, pedagang lokal, atau pembeli dari luar desa.

Fajarisman berharap program ketahanan pangan ke depan dapat berkembang lebih luas dan tidak hanya fokus pada komoditas padi atau sembako.

“Kami ingin BUMDes di tahun mendatang tumbuh dari berbagai aspek usaha demi kemajuan desa,” ucapnya.

Menurutnya, respons masyarakat selama ini sangat positif dan mendukung penuh keberlanjutan program.

Kepala Desa Caringin, Asep Saepuloh, memberikan apresiasi atas langkah BUMDes dalam menjaga ketahanan pangan desa. Ia menilai program ini berdampak langsung kepada masyarakat.

“Sangat bermanfaat. Harga tetap stabil dan stok beras maupun sembako selalu tersedia,” kata Asep Saepuloh.
Ia berharap BUMDes Muktiraharja dapat semakin berkembang dan memberikan kontribusi kepada desa.
“Ke depan, BUMDes diharapkan bisa menghasilkan keuntungan maksimal, memberikan PADes, dan membantu masyarakat melalui program sosial atau bantuan pangan bagi warga miskin,” imbuhnya.


BUMDes Muktiraharja yang kini dipimpin oleh Fajarisman (36), dengan masa jabatan 2025–2030, menegaskan komitmennya untuk terus berinovasi dalam upaya memperkuat ketahanan pangan serta meningkatkan ekonomi masyarakat Desa Caringin.

Dengan dukungan pemerintah desa dan partisipasi masyarakat, BUMDes Caringin optimistis mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa yang berkelanjutan.

( F. BOY / Kaperwil provinsi Jabar )
TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×