Garut – jejakinformasijabar.com
BUMDes Simpen Balantik Kaler di Desa Simpen Kaler, Kecamatan Blubur Limbangan, Kabupaten Garut, terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ketahanan pangan desa. Melalui program budidaya ayam petelur dan ikan nila, BUMDes yang berdiri sejak 2015 ini sukses memberdayakan masyarakat sekaligus menggerakkan roda ekonomi lokal. Selasa (05/11/2025)
Ketua BUMDes Simpen Kaler, Andri Suryaman (46), menyebutkan, program ketahanan pangan tahun 2025 digulirkan dengan total anggaran sebesar Rp268,3 juta. Dana tersebut digunakan untuk membangun kandang ayam petelur berkapasitas 500 ekor, gudang pakan 3x4 meter, pengeboran air bersih, instalasi listrik, hingga pemagaran kandang, serta pengembangan budidaya ikan nila gest dan ikan lele.
“Program ini hasil keputusan musdesus dengan alokasi 30 persen untuk ketahanan pangan. Kita juga libatkan warga sekitar dalam pengelolaan ternak, dan sebelumnya sudah ikut bimbingan teknis di Sukawening selama dua hari,” ujar Andri kepada redaksi Jejak Informasi.
Dampaknya pun mulai terasa. Kini warga sekitar dan para pedagang kecil tak perlu jauh-jauh ke pasar Limbangan atau Cicalengka untuk membeli telur.
“Alhamdulillah, produksi baru sekitar 25 kilogram per hari, tapi masyarakat sudah bisa menikmati hasilnya langsung dari desa sendiri,” kata Andri.
Salah seorang warga Desa Simpen Kaler, Iman (52), mengaku sangat mendukung program BUMDes ini. Menurutnya, kegiatan ketahanan pangan yang sedang berjalan benar-benar membawa manfaat bagi warga sekitar.
“Sekarang kami bisa beli telur langsung di desa tanpa harus ke pasar. Harganya juga lebih terjangkau, dan ini membantu banget buat kebutuhan sehari-hari. Program seperti ini bagus, karena masyarakat bisa ikut merasakan hasilnya,” ujar Iman saat ditemui di lokasi kegiatan.
Meski baru pertama kali mengelola ternak ayam petelur, Andri mengaku banyak belajar dari mitra dan pihak pendamping. “Awalnya memang tantangan, tapi dengan bimbingan dari PT dan dukungan pemerintah desa, program berjalan lancar,” tambahnya.
Ia berharap program ini bisa terus berkembang dan menjadi penopang ekonomi desa. “Target kami, ke depan usaha ini bisa lebih besar, memperluas lapangan kerja, dan jadi sumber pendapatan tetap untuk desa,” ujarnya optimistis.
Sementara itu, Kepala Desa Simpen Kaler, Wawan Suherman (51), memberikan dukungan penuh terhadap langkah BUMDes tersebut.
“Pemerintah desa tentu sangat mendukung. Program ini bukan hanya soal pangan, tapi juga cara meningkatkan ekonomi warga secara nyata,” ungkap Wawan.
Dengan semangat gotong royong dan inovasi lokal, BUMDes Simpen Balantik Kaler kini menjadi contoh nyata bagaimana desa bisa mandiri dan produktif lewat pengelolaan potensi sendiri. Program ketahanan pangan ini bukan hanya menumbuhkan ekonomi, tapi juga menumbuhkan kepercayaan diri masyarakat untuk maju bersama.
(F. BOY / Kaperwil provinsi Jabar)
