Notification

×

Iklan

Iklan

Diduga PKBM Samudera Pasai Disorot: Pindah-Pindah Lokasi, Jumlah Siswa Diragukan, hingga Isu Dana Rp1 Miliar Masih Misteri

Senin, 10 November 2025 | 20:21 WIB | 0 Views Last Updated 2025-11-10T13:21:49Z
Garut – JejakInformasiJabar.com
Lembaga pendidikan nonformal PKBM Samudera Pasai yang berlokasi di Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, tengah menjadi sorotan publik. Sejumlah kejanggalan mulai mencuat, mulai dari aktivitas belajar yang berpindah-pindah tempat, dugaan ketidaksesuaian jumlah siswa dengan data Dapodik (Data Pokok Pendidikan), hingga isu dana anggaran yang disebut mencapai Rp1 miliar dan masih menjadi misteri. Senin (10/11/2025)

Tim awak media JejakInformasiJabar.com mencoba menelusuri keberadaan lembaga tersebut pada Senin (10/11/2025). Berdasarkan penelusuran di Kampung Buleud Peuntas RT 01 RW 04, Desa Jati, Kecamatan Tarogong Kaler, lokasi yang sebelumnya disebut sebagai tempat kegiatan PKBM tersebut ternyata sudah tidak digunakan lagi.

Saat dikonfirmasi, Dikdik, pemilik rumah yang sebelumnya disewa oleh pihak PKBM, membenarkan bahwa lembaga itu sempat menempati rumahnya selama dua tahun sebelum akhirnya pindah tanpa kejelasan.

“Memang betul, dulu PKBM Samudera Pasai ngontrak di rumah saya. Kontraknya sebenarnya lima tahun, tapi baru dua tahun sudah pindah begitu saja. Banyak juga media yang menanyakan soal itu,” ujar Dikdik saat dihubungi via telepon WhatsApp pukul 18.27 WIB.

Warga sekitar yang enggan disebut namanya menyebutkan bahwa kepindahan PKBM tersebut diduga karena persoalan internal keluarga.

 “Setahu saya, katanya ada masalah keluarga, Pak. Sekarang katanya pindahnya juga tidak terlalu jauh dari sini,” ungkap salah satu warga setempat.

Benar saja, setelah dilakukan penelusuran lanjutan, tim menemukan lokasi baru PKBM Samudera Pasai yang masih berada di wilayah Kampung Buleud RT 01 RW 03 Desa Jati. Namun, kondisi bangunan tampak sepi dan tidak menunjukkan adanya aktivitas belajar mengajar.

 “Rumah itu baru dikontrak sekitar tiga minggu lalu. Waktu itu sempat ada yang beres-beres, tapi sampai sekarang masih kosong, belum ada kegiatan,” ujar warga lainnya.

Upaya konfirmasi kepada Kepala PKBM Samudera Pasai, Kemal, melalui sambungan telepon dan pesan WhatsApp tidak mendapat tanggapan hingga berita ini diterbitkan.

Situasi ini menimbulkan banyak tanda tanya. Bagaimana kegiatan belajar mengajar bisa berjalan, sementara tempat kegiatan belum jelas dan tidak tampak aktivitas siswa sama sekali?

Berdasarkan data Dapodik tahun 2025, jumlah peserta didik yang terdaftar di PKBM Samudera Pasai mencapai 293 siswa. Namun, fakta di lapangan menimbulkan dugaan bahwa jumlah siswa tersebut diragukan kesesuaiannya dengan kondisi sebenarnya. Sementara itu, dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk lembaga pendidikan ini diduga masih terus mengalir.

Publik kini menantikan penjelasan resmi dari pihak PKBM Samudera Pasai maupun Dinas Pendidikan Kabupaten Garut terkait dugaan kejanggalan ini, termasuk kejelasan mengenai penggunaan anggaran yang disebut-sebut mencapai Rp1 miliar. Hingga berita ini dimuat, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait.

( F. BOY / Kaperwil provinsi Jabar )

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×