Notification

×

Iklan

Iklan

Diduga Staf PKBM Tulip Lecehkan Produk Jurnalistik, Pimred Jejak Informasi Siap Layangkan Somasi

Senin, 24 November 2025 | 23:09 WIB | 0 Views Last Updated 2025-11-29T12:37:33Z
GARUT — JejakInformasiJabar.com
Insiden tidak menyenangkan terjadi saat tim Jejak Informasi melakukan sesi wawancara terkait pendataan PKBM Tulip pada 15 November 2025 pukul 15.00 WIB. Seorang staf PKBM Tulip bernama Rifan diduga melontarkan kalimat bernada ketus dan melecehkan produk jurnalistik Jejak Informasi.

Kalimat yang diduga disampaikan oleh Rifan adalah:
“Pasti beritanya PKBM semua, yang seksi-seksi.”
Kata-kata itu dinilai tim Jejak Informasi sebagai bentuk pelecehan terhadap karya media, seakan-akan pemberitaan yang dihasilkan tidak memiliki variasi topik selain PKBM.

Mendengar ucapan tersebut, tim Jejak Informasi langsung membantah karena pernyataan itu dibuat tanpa mengecek fakta terlebih dahulu.

“Media kami memuat banyak topik. Pemerintahan, pendidikan, sosial, desa, kelurahan, politik, kriminalitas, budaya, kesehatan sampai kuliner semuanya ada. Tuduhan seperti itu jelas tidak berdasar,” tegas salah satu anggota tim di lokasi.

Menurut tim Jejak Informasi, nada bicara Rifan terdengar sinis dan menggambarkan pelecehan terhadap profesionalitas media.

Insiden itu terjadi setelah sesi wawancara resmi mengenai data PKBM Tulip selesai. Tim Jejak Informasi kemudian meminta izin untuk melihat Buku Induk Peserta Didik.

Setelah diperiksa, data yang tercatat di buku induk diduga tidak sesuai dengan data yang tampil pada Dapodik, termasuk jumlah peserta didik, PTK, dan sarana prasarana PKBM yang tercantum pada situs resmi Kemendikdasmen.

Ketidaksesuaian itu dijelaskan oleh operator PKBM Tulip, Rony Rosadi, yang menyebutkan bahwa buku induk tersebut belum diperbarui.

“Itu masih campur sama tahun sebelumnya, Pak. Kalau tahun sekarang belum ada rekap baru,” ujar Rony kepada wartawan.

Namun alasan tersebut justru menimbulkan pertanyaan besar, mengingat Dapodik merupakan sistem resmi yang seharusnya sinkron dengan administrasi internal PKBM.

Ucapan Rifan dan temuan ketidaksesuaian data internal PKBM Tulip memantik reaksi keras dari berbagai awak media yang mengetahui kejadian tersebut.

Pimpinan Redaksi JejakInformasiJabar.com menyatakan akan menempuh langkah hukum berupa somasi resmi kepada PKBM Tulip dalam waktu dekat.

“Tindakan melecehkan produk jurnalistik, apalagi disampaikan oleh pegawai lembaga pendidikan, adalah hal yang tidak bisa ditoleransi. Kami akan tempuh langkah hukum,” tegas Pimred Jejak Informasi.

Beberapa data PKBM Tulip dari Dapodik (Sinkronisasi 10 November 2025) yang tercatat di sistem Kemendikdasmen, sebagai pembanding dalam investigasi lapangan, antara lain:

Kepala PKBM: Rini Laelani ( digantikan oleh Dawam )
Operator: Rony Rosadi
Akreditasi: Tidak diisi
Jumlah Peserta Didik: 137 orang
Laki-laki: 74
Perempuan: 63
PTK: 2 orang
Tendik: 1 orang
Sarpras:
Ruang kelas: 4
Ruang pimpinan: 1
Lainnya: tercatat 0 atau belum tersedia
Ruang bangunan tercatat 7

Data di atas menjadi salah satu dasar konfirmasi yang memicu permintaan verifikasi buku induk oleh tim Jejak Informasi.

Dugaan pelecehan verbal oleh staf PKBM Tulip ini kini bergulir dan mendapat sorotan media. Tim Jejak Informasi menegaskan bahwa proses klarifikasi lanjutan akan terus dilakukan untuk menjaga independensi dan fungsi kontrol sosial pers.

( Red )
TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×