GARUT — JejakInformasiJabar.com
Harapan untuk memiliki rumah yang layak terus disuarakan pasangan suami istri Feri dan Dyah, warga Kampung Babakan RT 002 RW 006, Desa Cikajang, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut. Selama bertahun-tahun, keduanya tinggal di sebuah gubuk reyot yang nyaris roboh. Meski demikian, mereka tak pernah berhenti berharap mendapat bantuan melalui program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu). Jum'at, (21/11/25)
Peri Kurniawan (43), pemilik rumah, mengungkapkan bahwa dirinya telah beberapa kali mengajukan bantuan. Namun hingga kini, tak ada kejelasan maupun realisasi dari pihak desa ataupun program terkait.
“Saya sudah diajukan beberapa kali, tapi sampai sekarang belum juga datang bantuannya,” ujar Peri kepada awak media.
Peri menambahkan, kondisi ekonomi keluarga yang serba terbatas membuat mereka tidak mampu memperbaiki rumah tersebut secara mandiri. Ia bahkan mengaku tidak lagi menerima bantuan apa pun dari pemerintah desa.
“Sekarang mah saya tidak dapat bantuan apa pun dari desa. Dulu beberapa tahun ke belakang sempat dapat BLT-DD, itu saja,” ungkapnya.
Di hari yang sama, Dyah, istri Peri, turut menyampaikan harapannya. Ia berharap Pemerintah Provinsi Jawa Barat, khususnya Gubernur Dedi Mulyadi (KDM), dapat turun tangan melihat langsung kondisi rumah mereka yang sangat memprihatinkan.
Dyah menuturkan bahwa setiap hujan deras dan angin kencang melanda wilayah Cikajang, ia selalu merasa waswas. Struktur rumah yang sudah rapuh membuat mereka takut gubuk tersebut ambruk sewaktu-waktu.
Sementara itu, Peri yang sehari-hari bekerja sebagai penjaga sekolah di salah satu sekolah di Cikajang, mengaku semakin terbebani dengan kondisi cuaca ekstrem belakangan ini. Keluarganya hanya bisa berserah sambil berharap ada perhatian nyata dari pemerintah.
Hingga berita ini ditayangkan, pihak Pemerintah Desa Cikajang belum memberikan keterangan resmi terkait status pengajuan bantuan Rutilahu untuk keluarga Peri.
Redaksi JejakInformasiJabar.com akan terus melakukan upaya konfirmasi kepada pihak desa dan kecamatan guna memperoleh perkembangan terbaru mengenai proses pengajuan bantuan tersebut.
( F. BOY / Kaperwil provinsi Jabar )
