jejakinformasijabar.com — Tanaman Sansevieria atau yang lebih dikenal sebagai lidah mertua semakin diminati masyarakat sebagai tanaman hias rumah. Selain tampilannya yang tegas dan perawatannya yang mudah, tanaman ini kerap diklaim mampu membersihkan udara dalam ruangan. Namun, bagaimana fakta ilmiahnya?
Penelitian laboratorium sejak akhir 1980-an hingga riset terkontrol terbaru memang menunjukkan bahwa lidah mertua memiliki kemampuan menyerap beberapa polutan seperti formaldehida dan senyawa organik volatil (VOC). Meski demikian, para peneliti menegaskan bahwa efek tersebut terlihat kuat hanya dalam kondisi eksperimen tertutup, bukan dalam ruangan rumah biasa yang memiliki ventilasi alami.
Artinya, lidah mertua tetap memiliki potensi, tetapi tidak dapat sepenuhnya diandalkan sebagai alat pemurni udara utama. Ventilasi yang baik serta pengurangan sumber polusi jauh lebih efektif dalam menjaga kualitas udara rumah.
Selain potensi manfaat berbasis laboratorium, kehadiran lidah mertua juga memberikan dampak positif lain: estetika ruang, kenyamanan visual, hingga efek relaksasi yang kerap dirasakan pemilik rumah. Karena termasuk tanaman CAM, lidah mertua juga sering ditempatkan di kamar tidur, meski manfaatnya dalam meningkatkan oksigen ruangan tetap tergolong minimal.
Dari sisi kesehatan tradisional, tanaman ini telah lama digunakan secara etnobotani untuk mengatasi radang, luka, atau gangguan pernapasan. Namun para ahli menekankan bahwa penggunaan medis lidah mertua belum memiliki bukti klinis yang kuat sehingga tidak boleh menggantikan pengobatan medis.
Sementara itu, masyarakat diimbau berhati-hati bila memiliki hewan peliharaan. Daun lidah mertua diketahui dapat menimbulkan gangguan pencernaan jika dikunyah atau tertelan oleh kucing dan anjing.
Meski punya batasan, lidah mertua tetap menjadi tanaman favorit: kokoh, murah perawatan, dan memberi nilai tambah pada kualitas ruang. Bila dikombinasikan dengan ventilasi yang baik serta pengendalian sumber polutan, tanaman ini dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kenyamanan rumah.
( F. BOY / Kaperwil provinsi Jabar )
