Notification

×

Iklan

Iklan

‎BUMDes Karya Mandiri Desa Simpang Perkuat Ketahanan Pangan, Dorong Ekonomi Warga

Kamis, 22 Januari 2026 | 17:23 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-22T11:09:51Z
‎GARUT – jejakinformasijabar.com
‎Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Karya Mandiri Desa Simpang Kecamatan Cikajang Kabupaten Garut, terus menunjukkan perannya sebagai penggerak ketahanan pangan sekaligus pendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa melalui berbagai program usaha strategis pada tahun anggaran 2025.
‎BUMDes Karya Mandiri resmi berdiri berdasarkan Peraturan Desa Simpang Nomor 4 Tahun 2025. Pada tahun ini, BUMDes mengelola Program Ketahanan Pangan dengan total alokasi anggaran sebesar Rp330 juta, yang direalisasikan secara bertahap, yakni Rp198 juta pada tahap pertama dan Rp132 juta pada tahap kedua.
‎Ketua BUMDes Karya Mandiri, Asep Kandar (46), menjelaskan bahwa program ketahanan pangan difokuskan pada tiga sektor utama, yaitu pertanian, pengadaan beras, dan minyak kemasan. Ketiga sektor tersebut dipilih karena dinilai mampu menjawab kebutuhan pangan masyarakat sekaligus membuka peluang usaha berbasis potensi lokal.
‎“Pelaksanaan program dilakukan melalui koordinasi antara BUMDes dengan petani serta pemasok lokal, mulai dari pengelolaan stok hingga distribusi secara teratur ke mitra MBG. Masyarakat desa dilibatkan secara aktif sebagai petani, pemasok, maupun tenaga kerja,” ujar Asep Kandar.
‎Menurutnya, program ini tidak hanya bertujuan menjaga ketersediaan pangan, tetapi juga memberikan dampak sosial dan ekonomi. Sejumlah warga mulai merasakan manfaat melalui terciptanya lapangan kerja di sektor pertanian serta terbangunnya kemitraan usaha dengan dapur MBG.

‎Namun demikian, dalam pelaksanaannya BUMDes Karya Mandiri juga menghadapi berbagai tantangan. Keterbatasan modal, fluktuasi harga bahan pokok, ketergantungan pada kondisi cuaca, serta tuntutan standar kualitas dan kontinuitas pasokan menjadi kendala yang harus dihadapi secara berkelanjutan.
‎“Sebagai langkah antisipasi, kami terus memperkuat kerja sama dengan petani dan pemasok lokal, melakukan pengelolaan stok dan distribusi yang lebih terencana, serta melakukan evaluasi dan perbaikan manajemen usaha secara berkala,” tambah Asep.
‎Sementara itu, Kepala Desa Simpang, H. Rahmat Hidayat, menilai bahwa Program Ketahanan Pangan yang dikelola oleh BUMDes Karya Mandiri sejauh ini berjalan dengan baik, meskipun manfaatnya masih dalam tahap pengembangan.

‎“Untuk sementara, manfaat yang dirasakan masyarakat memang belum maksimal karena masih dalam proses pengembangan. Namun ke depan diharapkan dampaknya bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat Desa Simpang,” ungkapnya.
‎Ia berharap, dengan dukungan pemerintah, masyarakat, serta mitra MBG, Program Ketahanan Pangan ini dapat terus berjalan secara berkelanjutan, meningkatkan ketahanan pangan desa, serta mendorong kesejahteraan ekonomi masyarakat secara keseluruhan.
‎Ke depan, BUMDes Karya Mandiri Desa Simpang menargetkan peran yang lebih besar dalam mendukung kebutuhan pangan desa, khususnya sebagai pemasok beras dan minyak kemasan.
‎Melalui sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, dan pihak terkait, BUMDes diharapkan mampu tumbuh sebagai pilar ekonomi desa yang mandiri, kuat, dan berkelanjutan.
‎( F. BOY / Kaperwil provinsi Jabar )
TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×